Dana Besar NASA Hanya Untuk Buktikan Kebenaran Islam

Dana Besar NASA Hanya Untuk Buktikan Kebenaran Islam - Suatu ketika National Aeronautics and Space Administration, atau lebih keren dengan sebutan NASA, sebuah lembaga antariksa milik Amerika Serikat, menemukan adanya bukti bahwa bulan pernah terbelah. Hal ini terlihat dengan adanya bekas potongan pada permukaan bulan hingga perutnya.

NASA : Bulan Pernah Terbelah, Bukti kebenaran Al-Quran

Pakar Geologi Muslim, Prof Dr Zaghlul Al-Najar, mempresentasikan fenomena bulan terbelah ini dalam sebuah seminar di Universitas Cardif, Inggris bagian barat. Para peserta yang hadir kala itu bermacam-macam, ada Muslim dan ada juga non-Muslim. Tema diskusi seputar mukjizat ilmiah al-Qur’an.

Salah seorang pemuda Muslim bertanya kepada Prof Dr Zaghlul Al-Najar, “Apakah menurut Anda ayat yang berbunyi , ‘Telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah,’ mengandung mukjizat secara ilmuah?”

Zaghlul Al-Najar menjawab, “Tidak! Sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa dijangkau oleh ilmu pengetahuan. Tentang terbelahnya bulan, itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya.” Al-Najar kemudian mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah bulan. Kisah tersebut terjadi sebelum Rasul SAW hijrah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, jika engkau benar Nabi dan Rasul, tunjukkan pada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu?”

Nabi bertanya, “Apa yang kalian ingingkan?”

“Coba belahlah bulan,” jawab orang-orang kafir itu.

Nabi Muhammad berdiri dan terdiam seraya berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Nabi Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Nabi Muhammad pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya.

Serta merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”

Nabi Muhammad kemudian meminta orang-orang musyrik tersebut untuk menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan, lalu bertanya kepada mereka apakah benar bulan telah terbelah ketika itu? Jika benar, maka yang dilakukan Nabi Muhammad bukanlah sihir. Karena tak mungkin orang mampu menyihir orang yang tidak ada bersama dia.

Ketika datang rombongan perjalanan menuju Makkah, orang-orang musyrik lantas bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Rombongan itu menjawab, “Ya, benar. Kami melihat bulan terbelah menjadi dua kemudian bersatu kembali.” Setelah mendengar itu sebagian dari mereka beriman dan yang lainnya tetap ingkar.

“Ini adalah kisah nyata,” demikian Prof Al-Najar mengakhiri ceramahnya.

Ketua al-Hizab al-Islamy Inggris, Daud Musa Pitkhok, yang saat itu menjadi audiens memberi komentar yang memperkuat pernyataan al-Najar. Suatu hari, cerita Pitkhok, saat ia sedang berada di depan televisi, tiga pakar ruang angkasa NASA bercerita tentang temuan mereka kepada seorang presenter Inggris.

Ketika mereka turun dan menjejakkan kaki ke bulan, mereka menemukan bukti bahwa bulan pernah terbelah pada masa lalu dan menyatu kembali. Mendengar hal itu, sang presenter terperangah kaget, dan bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” pakar angkasa dari NASA itu menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu-batuan yang terpisah dan terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, ‘Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali’.”

Setelah mendengar hal itu Pitkhok yang kala itu masih belum jadi Muslim langsung mengucapkan syahadat. Rupanya, kata Pitkhok, NASA telah mengeluarkan dana yang begitu besar, lebih dari 100 juta dolar AS setiap tahunnya, hanya untuk membuktikan kebenaran Islam.

Previous
« Prev Post
Add CommentHide

Back Top